Khamis, 18 September 2014

Kakek dan Gobag Sodor


Sang kakek merenung ketika melihat lapangan yang dulu ia pakai sebagai halaman bermain
dengan teman-temannya kini hanyalah sebuah kenangan. Tiada lagi tawa dan canda bermain ria
seperti semenjak kanak-kanak sang kakek. Apa yang membuat kakek ini termenung, kadang tersenyum,
kadang tertegun, bahkan kadang ia meneteskan air mata.
Kemudian kakek tersebut mendekati cucunya, seraya berkata " Cucuku, tahukah bahwa lapangan
halaman di depan rumah ini adalah kunci kesuksesan kakek dulu"
Cucu ini berkisar usia 15 tahun menjawab dengan penasaran apa yang kakek ceritakan.
"Maksud kakek...!!
Kakek terdiam dan tersenyum, kemudian melanjutkan percakapannya.
"Semenjak kanak dulu, halaman lapangan ini sering kakek pakai sebagai permainan gobag sodor"
Cucu mematahakan lehernya, bertanda ia semakin penasaran dan ingin mendengarkan cerita kakeknya ini.
"Kadang kalah, kadang menang..., yang pasti kemenangan dan kekalahan tersebut ada penyebabnya"

Kakek mengambil sebuah batu, kemudian melemparkan batu tersebut ke lapangan.
"Semangat masih ada, namun hari ini kekuatan kakek menurun" Lihatlah batu tersebut, dulu lemparan kakek tidak sedekat itu.
Cucu tersenyum, kemudian menatapkan wajahnya ke langit.
"Cucuku, jika engkau ingin tercapai apa yang engkau cita-citakan, bermainlah gobag sodor" Nasehat kakek
"Kenapa kek...? tanya cucu
"Dalam gobak sodor tersebut melatih kakek dalam kerjasama tim yang solid, melatih ketangkasan dan jiwa kepemimpanan.
"Meningkatkan kemampuan dalam berstrategi, melatih kekuatan fisik dan kemampuan dalam berfikir, mengasah kemampuan otak.

Cucu mulai berpikir..,

"Hari ini sudah jarang kita menemukan permainan gobak sodor, dan kita lihat dengan seksama, permainan zaman sekarang hanya mengantarkan kita bersifat individual dan tertutup aktifitas sosialnya."

Cucu terdiam seribu bahasa, dan dia membenarkan semua perkataan kakeknya.


Sumber artikel terkait :




.






close
http://www.pulasdesign.info/?m=0